Satkar Ulama

"...I'm the mute who speaks. I'm the one who is honored and praised, and who is despised scornfully. I am peace, and war has come because of me..."

Home

Deskripsi Singkat Tentang Kebudayaan Brunei Darussalam

Posted on March 30, 2011 at 9:57 AM



Kebudayaan Brunei Darussalam

Brunei Darussalam adalah negara dengan multi etnis, dimana etnis-etnis tersebut tergabung dalam satu kelompok etnis yang bernama Barunay. Keragaman yang ada dalam etnis-etnis yang berbeda tersebut bukanlah terletak pada aspek agama, melainkan budaya, sosial, dan bahasa. Pribumi Brunei yang beragama Islam lebih cenderung menjadi Brunei Malays, walaupun mereka sepenuhnya tidak berbicara bahasa Melayu.

Perkiraan penduduk tahun 1998 menyatakan bahwa Brunei Darussalam memiliki penduduk sebanyak 323.600 jiwa. 67% dari penduduk Brunei Darussalam berasal dari etnis Melayu; 15% beretnis Cina; 6% dari masyarakat adat lain (Iban, Dayak, dan Kelabit), dan etnis lain sebanyak 12%. Pada akhir 1980-an, 24.500 imigran bekerja rata-rata di industri perminyakan. Populasi telah meningkat lebih dari dua belas kali lipat sejak dekade pertama abad kedua puluh. Distribusi populasi Brunei-Muara sebanyak 66%; Belaitsebanyak 20%; Tutong sebanyak 11%, dan Temburong sebanyak 3%.

Melayu adalah bahasa resmi Brunei Darussalam, namun bahasa Inggris telah digunakan secara luas terutama dalam perdagangan. Bahasa lain seperti bahasa Mandarin dan bahasa Filipina juga menjadi bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat Brunei Darussalam. Bendera nasionalnya adalah warna kuning dengan dua trapesium dan jajar genjang diagonal putih strip yang berada di atas jajaran genjang diagonal strip hitam.


 

Urbanism, Architecture, dan Tata Kota

Lebih dari setengah populasi Brunei Darussalam tinggal di ibukota, Bandar Sri Begawan, dan kota-kota besar di sekitarnya seperti Tutong Town, Tutong District, Kuala Belait, Seat of Belait, Bangar Village, dan Seat of Temburong.

Pemandangan ibukota dan sekitarnya didominasi oleh kubah emas mesjid Omar Ali Saifuddien yang selesai dibangun pada 1958, Istana Nurul Iman, perumahan istana terbesar di dunia, Royal Regalia Building, juga Royal Audience Hall, dan Audience Hall untuk Majelis Legislatif. Makam Sultan Kelima terletak dua mil ibu kota. The Royal Mausoleum telah digunakan sejak 1786. Stadion Nasional Hassanal Bolkiah dijadikan tempat untuk merayakan hari-hari besar. Sejumlah taman dan pusat rekreasi telah dikembangkan dalam dekade terakhir.


 

Makanan

Makanan pokok (makanan sehari-hari) masyarakat Brunei Darussalam terdiri dari nasi dan sayuran, ikan, kerang, dan buah-buahan. Kari biasanya terbuat dari daging kerbau, daging ayam, dan daging sapi dan biasanya dikonsumsi pada acara-acara khusus. Di daerah pedesaan, banyak penduduk yang mengkonsumsi daging rusa dan kijang.

Makanan ringannya adalah beragam jenis kue yang berbahan dasar beras. Daging babi adalah satu makanan terlarang di Brunei Darussalam. Minuman lokal yang populer adalah susu dengan es kelapa mentah. Kopi dikonsumsi secara luas, hampir di seluruh Brunei Darussalam. Minuman beralkohol juga salah satu yang dilarang oleh kaum Muslim.


 

Stratifikasi Sosial

Di Brunei Darussalam, kelompok etnis yang paling dominan adalah etnis Barunay, yang terdiri dari empat tingkatan kelas sosial: bangsawan, bangsawan, orang biasa, dan para budak (walaupun perbudakan tidak lagi dipraktekkan). Karena sistem kasta di Brunei Darussalam masih ketat dan diwariskan berdasarkan silsilah, maka kasta seseorang tidak dapat naik atau turun ke kasta lain. Satu-satunya tanda atau simbol stratifikasi sosial adalah gelar kehormatan yang digunakan oleh seseorang.


 

Peran Gender dan Status Sosial

Perempuan di Brunei Darussalam telah mulai mengambil posisi dan tanggung jawab di kantor-kantor pemerintah dan departemen. Mereka pun dapat masuk ke dalam angkatan bersenjata namun mereka tidak dapat ikut serta dalam pertempuran.

Dibandingkan dengan masyarakat Islam di Timur Tengah, perempuan di Brunei Darussalam memiliki status yang sangat tinggi. Wanita Muslim dianjurkan untuk mengenakan penutup kepala tradisional, yang disebut tudong.


 

Perkawinan, Keluarga, dan Kekerabatan

Dalam tradisi perkawinan di Brunei Darussalam, orang tua dari calon mempelai laki-laki mengatur rencana pernikahan dengan orang tua dari calon mempelai wanita. Bagi masyarakat Muslim, pasangan yang menikah juga harus sama-sama Muslim. Sehingga individu, terutama laki-laki, sering masuk Islam untuk menikah dengan seorang Muslim. Pasangan yang baru menikah harus bergabung dan tinggal di rumah orang tua pengantin perempuan. Setelah beberapa lama, pasangan yang menikah muda tersebut dapat membentuk rumah tangga sendiri sesuai keinginan mereka.

Hukum kewarisan Islam berlaku bagi Muslim. Bagi non-Muslim, praktek-praktek tradisional lah yang berlaku.


 

Pendidikan.

Universiti Brunei Darussalam didirikan pada tahun 1985 dan menawarkan sejumlah program gelar sarjana dan beberapa program master degree. Sekitar dua ribu beasiswa dari pemerintah diberikan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri, terutama di negara-negara Persemakmuran.


 

Etika

Berikut adalah aturan etiket yang bersifat universal: melakukan sesuatu dengan menggunakan tangan kanan; menolak makanan dengan menyentuh wadah dengan tangan kanan (tidak pernah secara verbal); menggunakan ibu jari dan tidak menggunakan jari telunjuk saat menunjuk; melepas sepatu saat memasuki rumah atau bangunan publik, terutama masjid; berjabat tangan dengan lembut dan kemudian dengan lembut pula menyentuh tengah dada seseorang dengan tangan kanan (tidak berlaku bagi lawan jenis); menghindari kontak tubuh antar lawan jenis; dan tidak pernah marah.


 

Agama

 

Mayoritas penduduk Brunei Darussalam beragama Islam. Liburan dalam memperingati hari keagamaan diatur sesuai dengan kalender lunar. Awal Ramadhan menandai awal bulan suci puasa. Perayaan hari besar Islam di Brunei Darussalam hampir sama dengan negara-negara Islam lainnya, seperti Nuzulul Quran, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji, Maulid Nabi Muhammad sallallahu Alihi Wassalam, dan Isra’ Mi’raj.

 

 

 



Tulisan ini adalah hasil penelusuran saya untuk mata kuliah Studi Kawasan Asia Tenggara. Well, yang pasti penelusurannya saya lakukan tanpa perlu ke Brunei sendiri :)

If you find some things to correct, just leave me a reply! :)



Categories: Random Writings of Mine, College Stuffs, Another Pretty Thing

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

8 Comments

Reply eva
11:20 PM on July 9, 2011 
satu lagi yang terpenting.di brunei fasilitas umum yang di utamakan adalah toilet,karena orang brunei dalam setiap kegiatannya selalu membutuhkan toilet(tandas awam).dan untuk setiap makanan yang dijual harus di usahakan bertutup(bertudong).merokokpun tidak boleh d lakukan di semua tempat umum dengan bebas,jika ketahuan maka si perokok akan kena denda.semua itu karena brunei merupakan negara yang mengutamakan kebersihan,kekemasan,kesehatan dan keteraturan.
Reply Satkar Ulama
2:56 AM on July 10, 2011 
eva says...
satu lagi yang terpenting.di brunei fasilitas umum yang di utamakan adalah toilet,karena orang brunei dalam setiap kegiatannya selalu membutuhkan toilet(tandas awam).dan untuk setiap makanan yang dijual harus di usahakan bertutup(bertudong).merokokpun tidak boleh d lakukan di semua tempat umum dengan bebas,jika ketahuan maka si perokok akan kena denda.semua itu karena brunei merupakan negara yang mengutamakan kebersihan,kekemasan,kesehatan dan keteraturan.


THANK YOU EVA!!
:))
Satky
Reply Muhammad dimas AF.
8:06 PM on July 28, 2011 
Subhanallah, baru mendengar khabar dan membaca tulisannya saja aku merasa kagum dengan Negara tetangga yang makmur ini. Harapanku dalam waktu dekat ini aku dan keluarga dapat melawat ke Brunei tercinta ini.........baru aku bisa nerkomentar..... Terlebih lagi melihat foto-foto masjid yang sangat megah sebagai pertanda tingkat keimanan Warga dan Pimpinan Negara tersebut sangat tinggi tinggi...... Doa`in ya......agar aku dapat ke Brunei............
Reply Satkar Ulama
3:31 AM on September 14, 2011 
Muhammad dimas AF. says...
Subhanallah, baru mendengar khabar dan membaca tulisannya saja aku merasa kagum dengan Negara tetangga yang makmur ini. Harapanku dalam waktu dekat ini aku dan keluarga dapat melawat ke Brunei tercinta ini.........baru aku bisa nerkomentar..... Terlebih lagi melihat foto-foto masjid yang sangat megah sebagai pertanda tingkat keimanan Warga dan Pimpinan Negara tersebut sangat tinggi tinggi...... Doa`in ya......agar aku dapat ke Brunei............


amiiin :)
thank you for reading..
Reply imas
2:13 AM on February 2, 2012 
pengen kuliah di brunei sambil kerja paruh waktu.bisa nggak yaa?
Reply Satkar Ulama
10:39 PM on February 2, 2012 
imas says...
pengen kuliah di brunei sambil kerja paruh waktu.bisa nggak yaa?


hihihi insya Allah bisa. Walaupun beasiswa di sana masih sangat jarang dan pendidikannya juga bukan dalam A-list
Reply Luthvianovitasari
5:37 AM on January 15, 2013 
Bahasa umum d brunei itu apa yah??kalo ga bs b. Inggris gimana yah
Reply adit
8:41 PM on February 28, 2013 
brunei darussalam

Google Translator

Follow Satky on Twitter!